Awal Masuk Kerja Di Quick Chicken

Assalamualaikum.

Salam santun dariku para sahabat pembaca blog ini. Sedikit ingin berbagi pengalaman sekaligus ingin membuat history mengenai pekerjaanku kali ini. Yaps, sesuai dengan judul pada artikel ini aku bekerja di sebuah perusahaan ayam cepat saji yang bernama Quick Chicken.

Awal mula aku masuk di Quick Chicken pada hari Minggu, tanggal 08 April 2018. Saat pertama kali datang aku mengenakan pakaian hitam putih lengkap sekitar jam 7:30 pagi.

Disitu aku menunggu hingga jam 08:00 lewat 1 menit, dan akhirnya datanglah seorang staff senior yang bernama Galih Wiranata, awal mula aku tidak tahu jika dia adalah salah satu staff yang bekerja di perusahaan tersebut. karena dia mengenakan jaket dan masih berseragam hitam-putih sama seperti staff baru di Alfamidi.

Aku tahu dia salah seorang staff Quick Chicken saat dia membuka pintu container, disitulah awal aku berkenalan dengannya dan diajarkan beberapa tekhnik mulai dari tekhnik memasak ayam, memasang gas hingga menyajikan pesanan berikut sistem kasir.

Yah, sebelumnya aku memang belum pernah memasang regulator gas ke tabungnya. Namun saat itu aku harus bisa dikarenakan masuk shift pagi sendirian.

Sebelum dilepas bekerja sendirian aku dibimbing dan diajarkan selama satu minggu sebagai bagian dari training. Agak canggung, dan lama bisa. Hal ini dikarenakan basic ku memang bukan di dapur.
Aku memiliki basic komputer, jadi tak heran agak lama untuk menguasai tekhnik dusting ayam sebelum memasaknya.

Meskipun begitu, aku tak terlalu kaget, karena sebelumnya aku sudah sering memasak. Apalagi pengalaman memasak dahulu diperjelas saat pertama kali melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Samudera Indonesia dahulu.

Ups, perihal praktek kerja lapangan ini akan kita bahas dilain kesempatan saja ya. Dikarenakan pada artikel ini aku ingin memperjelas mengenai awal mula aku bekerja di perusahaan ayam cepat saji ini.


Berikut ini adalah beberapa tekhnik yang pada awal bahkan ada yang sampai saat ini aku gagal untuk melakukannya dengan baik.

Pertama adalah tekhnik dusting ayam. Sebelum digoreng pada minyak dengan suhu tertentu, ayam dipastikan harus melalui proses dusting yang baik dan benar agar menghasilkan crispy yang bagus.

Proses dusting ini gagal ku jalankan dengan baik slama 3 bulan lamanya.

Yang kedua, tekhnik membungkus nasi. Ya, lucu memang jika tidak bisa melakukan kegiatan yag satu ini. Namun buktinya sampai saat inipun aku masih belum menguasai tekhnik yang satu ini dengan benar. Dalam proses pembungkusan memang diharuskan sangat rapi dan memiiki pola tersendiri bukan sekedar nasi yang terbungkus.

Mungkin hanya sedikit pengalaman ini saja yang bisa kusampaikan dan kubagi pada kalian saat ini. Dilain kesempatan dan lain tulisan mungkin akan kubahas beberapa hal-hal menarik lainnya yang mungkin berguna untuk kalian dan kita semua. See You!

Comments